var id = "e61e3aa16ebfbf97564c5ed38b1e701111568bc0"; class="post-template-default single single-post postid-71 single-format-standard no-slider content-r" layout='2'>

Chat Bersama Dokter: Menu Pemicu Hipertensi

Banyak anjuran untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi garam lantaran takut terkena hipertensi. Padahal, garam bukan satu-satunya penyebab.

Apasih, makanan yang menyebabkan hipertensi?

Sulit untuk mendeteksi seseorang terkena hipertensi, tanpa mengukur tekanan darah.

Memahami Kategori Hipertensi

Nah, untuk mengetahui seseorang terkena hipertensi, perlu memperhatikan hasil pengukuran tekanan darah. Ukuran tekanan darah normal adalah kurang dari 120/80. 120 itu menunjukkan hasil pengukuran adalah tekanan darah sistolik, lalu 80 menunjukkan tekanan diastolik.

Saat hasil pengukuran tekanan darah melebihi kisaran normal, maka dapat dibagi menjadi kategori sebagai berikut:

Tekanan darah yang berkisar antara 80-89 untuk tekanan diastolik atau 120-139 untuk angka sistolik.

Hipertensi tahap 1. Jika tekanan tekanan diastolik 90-99 atau sistolik Anda 140-159.

Hipertensi tahap 2. Pada saat tekanan tekanan diastolik 100 atau lebih tinggi atau sistolik 160 atau lebih tinggi.

Mengenali Makanan Pemicu Hipertensi

Sebagian orang tidak menyadari apa saja yang mereka makan tiap hari, terlebih kandungannya. Mulailah dengan menjalani kebiasaan mencermati asupan makanan dan kandungannya untuk menjaga tekanan darah supaya tetap normal.

Nah, menurut laman Klikdokter makanan hipertensi ini sebaiknya tidak menyertakan makanan mengandung tinggi sodium atau natrium. semakin sedikit natrium yang Anda konsumsi, maka akan semakin terkendali tekanan darah Anda. Makanan tinggi natrium antara lain adalah makanan diproses, makanan cepat saji dan makanan kemasan dalam kaleng.

Sebaliknya dengan banyak mengonsumsi makanan yang mengandung potasium atau kalium, magnesium, dan serat untuk membantu tubuh mengendalikan tekanan darah. Anda juga bisa membuat catatan harian kadar garam yang Anda konsumsi untuk lebih jeli. Ketika Anda mengonsumsi makanan dalam kemasan, baca labelnya.

Langkah-langkah kecil seperti membatasi asupan natrium sekitar satu sendok teh per hari, bisa Anda biasakan. Nah, ketika tubuh sudah beradaptasi, maka kurangi lagi hingga sekitar 2/3 sendok teh per hari.  Bumbu rendah natrium seperti berbagai macam rempah alami lain atau cuka bisa Anda pakai untuk menambah aroma masakan.

Nah, berikut ini beberapa makanan yang perlu dihindari oleh penderita hipertensi.

Kopi

Apakah Anda punya kebiasaan minum kopi? Jika mengidap tekanan darah tinggi, kini saatnya Anda mulai menghilangkan kebiasaan ini. Tidak hanya kopi, teh dan soda juga dapat meningkatkan tekanan darah. Nah, semua ini penyebabnya adalah kafein yang terkandung pada minuman-minuman tersebut.

Daging dan makanan olahan

Kedua jenis makanan ini sering kali diolah dengan cara diawetkan dengan menggunakan garam. Dengan begitu makanan ini menjadi tinggi natrium yang berbahaya bagi penderita diabetes.

Acar

Proses pembuatan acar mentimun membutuhkan garam supaya mentimun tidak cepat busuk. Hal inilah yang membuat Anda disarankan untuk menghindarinya supaya tekanan darah tidak melonjak.

Saus kalengan

Saus pasta, saus tomat,  dan jus tomat yang sudah dikemas kalengan tinggi kandungan kadar natrium. Dalam setiap cangkirnya jenis saus di di atas memuat lebih dari 450 mg natrium. Hal tersebut sangat memiliki potensi untuk menaikkan tekanan darah.

Kulit ayam dan makanan berlemak lainnya

Kulit ayam dan makanan berlemak lain, seperti daging merah, susu berlemak, dan keju, dan mentega, memiliki kandungan asam lemak jenuh dan lemak trans. Sehingga bisa berpotensi meningkatkan kolesterol jahat, hingga memperburuk tekanan darah tinggi Anda.

Penderita penyakit hipertensi memang seharusnya sangat memerhatikan makanan apa saja yang dikonsumsi. Anda bisa chat bersama dokter di aplikasi Klikdokter untuk berkonsultasi mengenai menu apa yang baik dan sehat. Demi kenyamanan, unduh aplikasinya di Playstore dan nikmati layanannya kapan pun, di mana pun.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>